Mengenal Lebih Jauh Hubungan Oksidasi Tubuh Dengan Antioksidan

Bayangkan Anda berada di ketinggian, pandangan Anda sedang tertuju pada sebuah pasar yang ramai, dipenuhi oleh aneka sayuran, buah dan produk pangan lainnya. Tidak ketinggalan para penjual dan pembeli yang sibuk bertransaksi. Pembeli berusaha mendapatkan apa yang mereka butuhkan atau sukai, penjual menawarkan apa yang mereka miliki. Untuk menarik perhatian calon pembeli, mereka akan menata barang dagangannya dengan semenarik mungkin. Transaksi akan terjadi bila telah ada kesepakatan antara mereka.

 

Di dalam tubuh setiap saat terjadi kesibukan serupa. Banyak terjadi pertukaran, ada yang menerima, ada yang memberi. Bedanya adalah tidak ada proses negosiasi. Semuanya terjadi begitu saja, mengikuti hukum biologi kimia. Di antara mereka ada tokoh antagonis yang bernama “radikal bebas”. Berkarakter egois dan tidak ada kompromi. Dia akan merebut elektron mana saja yang ditemuinya untuk mengisi tangan-tangannya yang kosong. Ketika tidak tersedia cukup elektron bebas untuk diambil, dia akan merusak sel atau jaringan yang sehat dan menimbulkan kerusakan serta kerugian bagi sel atau jaringan tersebut. Kerugian yang ditimbulkan berupa penurunan fungsi jaringan dan organ, proses penuaan yang tidak sesuai dengan usia, berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, demensia, dan lain-lain. Kanker juga merupakan contoh akibat yang ditimbulkan oleh radikal bebas, di mana jaringan yang tadinya sehat dan berfungsi normal, berubah sifat menjadi sel kanker yang terus bertumbuh dan bersifat merusak jaringan lain.

 

Dari mana asalnya radikal bebas tersebut? Ketika oksigen masuk ke dalam tubuh, beredar di dalam darah untuk digunakan dalam berbagai proses metabolisme. Proses pemanfaatan oksigen inilah yang disebut proses oksidasi. Contohnya: glukosa hasil metabolisme makanan terutama karbohidrat akan bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan energi dan menyisakan CO2 dan air.

Ada tokoh lain yang dapat mengatasi sifat buruk radikal bebas ini, yaitu antioksidan. Antioksidan ini dengan sukarela akan memberikan elektron yang diingini oleh radikal bebas dan membuatnya menjadi stabil dan tidak merusak. Antioksidan ada yang endogen, ada pula yang eksogen. Endogen artinya ada di dalam tubuh. Anda mungkin terkejut bila asam urat yang selama ini menjadi sesuatu yang ditakuti, dalam kadar tertentu bersifat antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu antioksidan dapat diperoleh dari luar tubuh seperti: berbagai vitamin, mineral dan kandungan lain yang terdapat di dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari, terutama dari sayur-mayur dan buah-buahan.

 

Dari 50 makanan yang tinggi antioksidan, di antaranya adalah berbagai sayur, buah terutama kelompok berry, rempah, sereal, coklat, kacang dan biji-bijian.

Salah satu antioksidan klasik yang potensial adalah vitamin C yang telah terbukti mempunyai sifat terapi karena meningkatkan kekebalan tubuh, menyembuhkan luka, berperan dalam proses pembentukan tulang, detoks, penyerapan zat besi, pembentukan kolagen, serta berbagai proses lainnya. Bila Anda cukup makan buah dan sayur, seharusnya Anda tidak kekurangan antioksidan untuk mengatasi radikal bebas. Hanya saja, permasalahannya adalah apakah Anda dapat mencukupinya, atau memang kebutuhan menjadi sangat tinggi, misalnya pada mereka yang banyak terpapar pada radikal bebas dari asap rokok, polutan, berbagai zat kimia, alkohol, makanan tidak sehat, kelelahan fisik dan mental, bertambahnya usia dan lain-lain.

 

Solusinya adalah dengan penambahan antioksidan melalui suplemen, misalnya yang mengandung vitamin C, taurin, epigallocatechin gallate dan zink seperti vipro-G. Maksimalkan dengan asupan air putih dan istirahat yang cukup.

Kenali tubuh Anda yang mulai mengalami defisit antioksidan, ketika mulai timbul rasa lelah yang berkepanjangan, sering merasa tidak fit tanpa gejala penyakit yang jelas. Ini saatnya Anda menambahkan suplemen antioksidan, yang mungkin dapat mengembalikan stamina dan kualitas hidup Anda sebelum Anda memikirkan sesuatu yang terlalu serius telah terjadi pada Anda. Bagi mereka yang menderita berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif, antioksidan bermanfaat untuk mendukung performa sel tubuh. Konsultasikan juga dengan dokter Anda untuk dapat memanfaatkannya.